Adsense Atas
Tadi habis sarapan membaca salah satu artikel tulisan Muhammad Abduh -seorang ilmuan dari negeri kuburan para Fir'aun-. tulisannya terlihat biasa pada awalnya, tetapi di pertengahan mengetengahkan hal yang diluar kebiasaan mengenau kehidupan sosial anak yatim piatu. bagaimana tidak, semua orang tahu anak yatim piatu yang tidak dididik oleh kedua orang tuanya, tidak sekolah, miskin dan tidak terurus sudah barang tentu akan hidup dalam ketidakpastian masa depan, etika yang rusak, kehidupan yang tidak normal dan beragam persoalan-persoalan lainnya. Tetapi anak yatim piatu yang diceritakan oleh Muhammad Abduh ini adalah anak yatim yang tidak biasa. Mari tak terjemahkan dibawah ini...-serius mode on-

"dari kebiasaan yang diketahui bahwa seorang anak yatim yang miskin dan buta huruf akan terbentuk jiwanya dari apa yang dilihatnya sejak pertama kali ia tumbuh hingga ia dewasa, dan akan membekas diakalnya apa-apa yang dia dengar dan apa-apa yang terjadi disekelilingnya apa lagi pengaruh dari orang-orang yang hidup didekatnya, teman-temannya. karena tidak ada guru yang mengarahkannya dan tidak ada buku yang dapat ia ambil pelajaran darinya serta tidak ada penolong yang dapat dia harapkan, dan bila seorang anak yatim seperti dia hidup diatas kebiasaan hidup seperti ini maka pastilah dia akan memiliki keyakinan sebagaimana keyakinan mereka dan mengikiti prinsip-prinsip mereka hingga dia dewasa, tetapi anak yatim satu ini berbeda, dia memikirkan apa yang dia lihat dan melihat tujuan setiap keadaan, dan ia tidak mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang yang disekitarnya, dan ia memilih meninggalkan perbuatan-perbuatan yang sesat. apa yang terjadi atasnya berbeda dengan kebiasaan yang terjadi terhadap anak-anak yatim lainnya."

Siapakah dia?...
dia adalah seorang yang luar biasa yang bergelar Al-Amien Rasulullah Muhammad SAW. ayahnya meninggal ketika dia masih kecil, dan ibunyapun wafat tatkala usianya baru 6 tahun. Kemudian dia diasuh kakeknya, yang juga wafat diusianya 8 tahun.
Lingkungan yang keras, peperangan yang menjadi kebanggaan, menumpahkan darah menjadi nyanyian, mencuri harta dan menjandakan wanita hal yang biasa. Semua itu sama sekali tidak mempengaruhinnya. lantas pertanyaan SIAPAKAH YANG MENDIDIKNYA?....
Adsens Kiri Adsens Kanan

0 komentar:

Posting Komentar

Postkan Komentar Anda

 
Note & Pena © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top